21 Nov 2010

no tittle

tertegun sang ibu memandangi seorang bocah kecil
yang masih merah kulitnya,
bening matanya sebening hatinya.
dia begitu tampan yang ia lakuakan hanya menangis.
menagis di pangkuan ibunya
pasrah tak ada rasa khawatir
nampak dari sorotan matanya yang tajam


semakin hari bocah kecil itu tumbuh
merangkak,berdiri lalu berlari
matanya tajam melihat
kupingnya pandai mendengar
ia turuti apa yang ibunya ajarkan.

semakin ia besar ia lari
berlari dari pangkuan ibunya
bersembunyi di balik gagahnya sang ayah
lambat laun ia belajar belajar
dari yang ia lihat bejar dari yang ia dengar

sayang bocah itu
belajar hal-hal seharusnya tidak ia pelajari
sayang bocah itu
lari semakin menjauh dari sang ibu
sayang anak itu lupa
dengan pangkuan ibunya
sayang anak itu lupa
dulu bersembunyi di balik keberanian ayahnya

bocah itu kini tak layak disebut bocah
seorang yang tak berdaya itu kini dengan sombongnya
berjalan melalang seolah paling kuat
tak ingat lagi
siapa yang selalu menjaganya di setiap ia menanggis
siapa yang selalu menjaganya didinginnya malam.

pulanglah nak..!
sang ibu di kesunyian malam
berharap sang bocah kembali
apakah kau tak rindu pada Tuhan nak...!

Bahagia itu menerima kondisi yang sekarang dan menikmatinya tanpa mengeluh, Sederhana , Tukang Solder, Penggemar Linux , mulai merealisasikan mimpi dan ide, twitter @whlope.

2 suaramu:

  1. jangan dulu atuh kang :(

    BalasHapus
  2. dmampir lagi nii kang menjelang buka puasa... apa kabarnya atuh kang?!?!? :(

    BalasHapus

 

Copyright @ 2013 coretanku.