27 Des 2008

Siapa aku?


Siapa aku? Pertanyaan yang tidak penting bagiku sampah masyarakat. Akan kah nasibku seperti ini, yang aku terus mencoba mencari jalan kebenaran diatas duri-duri tajam kehidupan ini. Benci ya aku benci driku yang tak berguna , bodoh, pemalas dan hampir menjadi manusia penganut hedoisme. Ya sebuah penyakit masyarakat yang hampir menyambangi setiap individu-individu di setiap kota terutama di Indonesia. Ketika setiap individunya mulai menjelma menjadi manusia modern. Dengan segala cara mereka lakukan asal kebutuhan jasmani mereka dapatkan. Hanya mengacu pada duniawi alias materialisme, semua ukuran berdasarkan dunia atau kekayaan harta kita. Lho apa hubungannya sama dirimu
Stress tertekan karena kehidupan sosial yang hilang dari hadapanku, dan berubah menjadi sebuah kehidupan yang jauh dari yang dulu aku harapkan katrok lho gak ikutin zaman modern. aku berasal dari kampung yang masih menjujung nilai-nilai kemanusian serta rasa saling peduli meskipun udah pada agak egois. Sekarang dimana titik masalah dalam hidupku? ‘pengembangan diri” ya karena aku kurang mengembangkan diriku sehingga aku mengalami sedikit kesulitan untuk berkomunkasi dengan orang-orang terdekat .
Tapi aku tetap terima apa adanya diriku ini, dan aku akan selalu terus bersemangat serta berusaha untuk terus belajar. “Menarilah dan terus tertawa walau dunia tak seindah surga, bersyukurlah pada yang kuasa” (nijdi laskar pelangi). Mimpi adalah kuncinya tapi aku tak pernah punya mimpi ataupun cita-cita wah gawat ne. Dari itulah kenapa aku tak pernah bisa berkarya. Walau hidup ini terlalu mahal untuk mengalir. Tapi aku akan terus melawan arus untuk mencari sebuah kepuasan jiwa dan rohani.
“Apa yang kita pelajari hari ini mungin tidak berguna lagi di hari esok, tetapi jika kita tidak belajar hari ini sudah tentu kita akan menjadi orang yang sebodoh-bodohnya dihari esok”, kata2 bijak ini selalu membuatku bersemangat untuk selalu menuntut ilmu, dan aku pasti akan menyebarkan dan membagi-bagikan ilmu yang aku miliki. Agar aku menjadi orang yang berguna serta bermanfaat.
Aku sadar jika sifat menyalahkan dan benci terhadap diri sendiri adalah sebuah tindakan yang dapat menggangu perkembangan psikologi diriku. Tapi inilah diriku yang hidup atas pemikiran dan ide dari diriku sendiri serta dukungan dari orang-orang sekitarku. Aku bangga menjadi manusia yang masih diberi kebahagian, keluarga, ligkungan dan para sahabat yang selalu mendukungku seindah itukah hidup ini. Tapi kenyataannya aku hanyalah seoarang anak manusia yang tak berguna.
Maafkan aku wahai Ibu dan Ayahanda aku tidak bisa menjadi seseorang yang seperti engkau harapkan. Berlarilah dan terus berlari mengejar hidup yang tak pasti. wew semakin ngawur aja. Menjadi seorang yang layak disebut sebagai manusia adalah cita-citaku. Dan aku takkan mengejar dunia yang fana penuh dengan kebohongan tapi aku akan mengejar ilmu sampai aku tahu dimana akhir hidupku.
Anda bingung sama aku juga bingung kenapa tulisan ini aku tulis?

 

Copyright @ 2013 coretanku.