30 Okt 2014

Figur

Figur bisa juga diartikan sebuah bentuk atau wujud, tapi figur bisa menjadi sangat penting dalam proses pertumbuan seorang anak. Anak-anak cenderung akan mencari sesuatu untuk dijadikan panutan atau contoh. bahkan bukan cuma anak-anak tapi sampai seseorang dewasa memiliki pendirian yang cukup untuk yakin bahwa ini jalan yang akan ia lalui. Sebelum menemukan pijakan yang tepat yang akan diyakini oleh seseorang mereka sangat memerlukan sebuah figur. Dalam hal ini figur dimaknakan sebagai sesuatu yang menjadi pusat perhatian yang diproses menjadi tokoh dalam cerita di jalan kehidupan seseorang.

Bayangkan saja ketika anak kita sedang mencari figur untuk proses belajarnya, tidak mendapati kedua orang tuanya kecual saat ia sudah mengantuk. Ia hanya mendapatkan figur neneknya atau bahkan pengasuhnya. Anda bisa membayangkan.. ? lalu mereka akan mendapatkan banyak figur lagi di cerita tv, sinetron, tokoh kartu atau tokoh anime. Ya, mereka melalui proses belajar dan memasukan semua yang ia lihat itu meskipun mereka juga tidak terlalu mengerti. Mereka belum bisa menyaring mana yang bisa mereka terapkan atau itu hanya untuk sekedar hiburan.

Kita sebagai orang tua tentunya bertanggung jawab penuh atas perkembangan anak kita tentunya. Tapi nyatanya kita terlalu disibukan dalam urusan mencari uang yang notabene adalah untuk memenui kebutuhan dan kesejahteraan sang anak sebelum ia mandiri. Seharusnya kita meluangkan banyak waktu dari pada materi untuk anak-anak kita. Mereka memerlukan kita sebagai seseorang yang enak untuk mengobrol, curhat, bertanya, konsultasi. Sadarkah kita kita seharusnya yang menjadi figur utama dalam kehidupan awal anak kita, sebelum ia mampu memilih figur dengan tepat.

Telepas dari kontroversi yang sedang terjadi, anak-anak akan cenderung membela diri dengan mengatakan "lihat kakak aja begini masak adika nggak boleh, liat ibu bapak aja begini masak aku tidak boleh, ibu ini adalah caranya spongbob loh, yang pentingkan kakak punya prestasi Bu gak masalah mau tatoan apa ndak?. Gimana rasanya anda sebagai orang tua mendengar mereka memberikan alasan untuk membela diri. Jangan salahkan sang anak seharuny kita yang berpikir dan sadar selama ini seperti apa cara kita mendidiknya.



3 Jul 2014

Bersyukur

Bersyukur itu adalah memandang dengan positif tentang apapun kondisi kita saat ini. Bersyukur itu seperti mencari alasan yang positif dalam memandang sebuah kekurangan dan mengatakan alasan itu kepada kita sendiri. Ikhlas dengan kondisi apapun yang kita dapatkan saat ini. Bersyukur itu mengucapkan terima kasih kepada Tuhan atas apa yang telah Dia berikan kepada kita, dengan pikiran yang positif. Tak lain halnya dengan memiliki sudut pandang yang positif terhadap sesuatu hal yang terjadi apapun itu. 

Jadi bersyukur itu memandang dengan sudut yang positif suatu keadaan dengan yang di sertai dengan iman kepada Tuhan. Dan akhirnya kita akan bersyukur kepada Tuhan tanpa memerlukan alasan dan tidak memerlukan akibat dari sesuatu, yang endingnya kita akan selalu bahagia tanpa perlu menemukan alasan untuk bahagia.

Hati manusia indentik dengan hal-hal yang berkaitan dengan emosi manusia. Secara kesehatan hati merupakan tempat dimana tubuh ini mendetoksin racun/kuman/virus yang ada di tubuh kita. Alangkah beruntungnya orang-orang yang pandai bersyukur.

Jangan selalu pandang hal-hal yang telah kita dapatkan dari segi negatif saja. Kita selalu berdoa kepada tuhan. Dan Tuhan akan mengabulkan doa kita. Namun kita masih saja merasa ada yang kurang dengan hal-hal yang sudah di kabulkan itu. Misal kita berdoa agar di beri pekerjaan dan setelah kita memiliki pekerjaan kita akan mencari-cari hal yang negatif dengan pekerjaan kita entah gaji kurang-besar, pekerjaan ini sulit dan ini itu, dan terus mengeluh. Coba saja bandingkan dengan kondisi orang lain yang tidak bekerja. 

Dalam kondisi sosial kemasyarakatan kita indonesia(pikiran yang umum di masyarakat) orang yang memiliki strata sosial tinggi adalah orang yang memiliki harta yang melimpah. Dan pikiran kita saat ini cenderung di dorong kearah sana untuk berlomba-lomba memiliki harta yang melimpah. Presepsi yang ada di masyarakat kita saat ini adalah memiliki banyak harga itu adalah sebuah kebahagiaan. Padahal harta yang melimpah bukanlah sesuatu hal yang akan membahagiakan kita. Kita sudah terlalu lama terjebak dalam teori bahwa kaya itu bahagia.

Mari kita buka lembaran sejarah dan kita pelajari sejarah kita sendiri, sejarah nenek moyang kita sendiri. Buka wawasan kita secara positif tentang sejarah kita, lihat dengan hal yang positif. Kita akan banyak menemukan perbedaan tentang cara pandang strata sosial, bahwa dijaman kerajaan sudah terbukti bahwa orang-orang kaya yang memiliki kekuasaan dan kehormatan(raja dan keluarga) tidak menggambarkan sebuah kebahagiaan yang sejati. 

Contoh kebahagian itu terlihat dari orang-orang yang memilki kebijaksanaan karena pertapaanya dalam mencari Tuhannya. orang-orang yang memiliki status tuan guru yang digambarkan dalam wajah yang berseri-seri(cara pandang umum dalam melihat bahwa seseorang itu bahagia). Sang Raja pun akan sangat menghormati para suhu/kyai/syech atau tokoh-tokoh agama di jaman itu. Mereka juga sangat dihormati pada saat itu. 

Tapi sangat berbeda dengan hari ini kita hanya menghormati orang-orang yang memiliki harta. Karena mindset pikiran kita diarahkan pada suatu yang yang bersifat materiil dan di setiap hari kita disuguhi pemikiran bahwa untuk hidup bahagia kita hanya memerlukan uang. 

Janganlah menunggu sebuah kebahagiaan, cukup dengan bersyukur. Cari alasan lain kenapa kita melakukan kewajiban kita, dengan bahagia lebih dulu maka tugas dan kewajiban kita akan berjalan dengan lebih baik karena kita lakukan saat kondisi kita bahagia.

Bersyukur dapan menyebabkan :
timbulnya rasa bahagia
wajah anda semakin enak di pandang
hati anda sehat secara psikis dan fisik , " hati yang sehat akan mempengarui kesehatan fisik kita "
tidur anda menjadi lebih nyenyak dan terbebas dari insomina.
anda selalu dinamis
dan hal-hal positif lainnya mendekat kedalam diri anda

**syarat dan ketentuan berlaku :v :v :v

Dalam Quran Surat Ar Rahmah berulang 31 kali Fa-biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban (Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?) 

13 Jun 2014

Hanya untuk-Mu

Hanya Untuk-MU

tak kuasa ku menahan

getaran menggelegar dalam hati

takjub akan Kebesaran-MU

menusuk-nusuk jiwa



semakin… semakin jelas aku merasakanya

getaran cinta-MU membuatku tak berdaya

mengiringi setiap langkahku



hanya Kau yang Maha Dahsyat menaungiku

dalam gengamman-MU

inginku bertemu dengan-MU

tapi aku terlalu hina

dalam kehinaan dunia fana

aku tertipu dalam kepalsuan



menatap lekat kedalam diriku

aku malu betapa kotornya diri ini

berlumuran lumpur dosa

bersimpuh memuja-Mu sujudku

dalam kerendahan mengharap ampunan-MU



Engkau Maha Pemurah

 

Copyright @ 2013 coretanku.